Khutbah Jumat Jawi Patani |work| «Working 2025»

Khutbah Jawi Patani menjadi sarana utama penyampaian ajaran Islam, hukum fikih, akhlak, dan kisah nabi kepada masyarakat secara umum [3].

The use of Jawi script is not merely aesthetic—it carries centuries of Islamic scholarship in the Malay world. These khutbah keep the script alive for a generation increasingly using Romanized Malay or Thai.

(Malay religious texts written in Arabic script) authored by legendary Patani scholars like Shaykh Daud al-Fatani ResearchGate Historical Authority

Kedua, Khutbah Jumat Jawi Patani juga merupakan wadah untuk memperkuat silaturahmi dan kesadaran komunitas. Dalam tradisi ini, jemaah dari berbagai latar belakang dan usia dapat berkumpul dan berinteraksi, memperkuat ikatan sosial dan kesadaran sebagai komunitas. khutbah jumat jawi patani

Melalui khutbah, aksara Jawi dan bahasa Melayu Patani tetap lestari di tengah dominasi bahasa Thai. Ini adalah bentuk pertahanan budaya [1, 2].

: Beyond basic religious instruction, these khutbahs often addressed: Exalting God : Praising Allah's greatness and inviting worship [7]. Social Ethics

Saat ini, teks-teks mulai bertransformasi. Jika dahulu teks khutbah ditulis tangan atau dicetak secara terbatas oleh pondok-pondok pesantren, kini banyak organisasi keagamaan seperti Majlis Agama Islam di tingkat provinsi mulai menyediakan naskah khutbah digital dalam format PDF yang bisa diunduh. Khutbah Jawi Patani menjadi sarana utama penyampaian ajaran

Salah satu tokoh pionir dalam hal ini adalah ulama besar Mahmud Zuhdi al-Fathani (1876-1956). Lahir di Bangkok dari keluarga bangsawan Patani, Mahmud Zuhdi disebut-sebut sebagai cendekiawan Melayu pertama yang menulis secara ekstensif tentang konvensi khutbah dalam bahasa Melayu dan menyertakan khutbah-khutbah model dalam bahasa tersebut dalam karya-karyanya. Karyanya yang paling terkenal antara lain al-Farida al-saniyya dan Thimār al-khuṭab , yang berfungsi ganda sebagai manual khutbah sekaligus kumpulan khutbah. Secara mengejutkan, kitab-kitab ini tidak hanya dimaksudkan sebagai kode praktik ritual bagi kaum Muslimin, tetapi juga sebagai kendaraan untuk mempertahankan keseluruhan bangunan kepatuhan mazhab (terutama mazhab Syafi'i) dan praktik ritual tradisional terhadap tantangan yang muncul dari gerakan reformis lokal pada masa itu. Dengan kata lain, khutbah Jumat Jawi menjadi benteng teologi tradisional.

: Sending blessings upon the Prophet Muhammad (ﷺ).

You can find recorded Jawi-language sermons from local Pattani mosques, such as Masjid Jami Nurul Islam, on YouTube . Standard Content in Patani Khutbah (Malay religious texts written in Arabic script) authored

Meski teks tertulis menggunakan bahasa Melayu standar/klasik, saat berkhutbah, khatib akan menyesuaikan intonasi dan kosakata ke dalam dialek Melayu Patani agar lebih komunikatif dan menyentuh hati para jemaah.

Penggunaan tulisan dan bahasa Jawi dalam khutbah di Patani berakar dari tradisi penulisan kitab kuning oleh ulama-ulama klasik seperti Syeikh Daud al-Fatani. Pada masa itu, bahasa Melayu dengan aksara Arab (Jawi) menjadi lingua franca dakwah di kawasan ini.